11 Persiapan Bandara Ngurah Rai Bali Sambut Kembali Turis Asing

KOMPAS.com – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tengah bersiap menyambut kembali kedatangan wisatawan mancanegara (wisman), selaras dengan rencana pembukaan rute internasional mulai 14 Oktober 2021.

Melansir keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/10/2021), wisman yang diizinkan memasuki Pulau Dewata rencananya hanya yang berasal dari Korea Selatan, China, Jepang, Uni Emirat Arab (UEA), dan Selandia Baru.

“Angkasa Pura I sangat antusias menyambut keputusan pemerintah, terkait pembukaan kembali penerbangan internasional bagi wisman menuju Bali,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Antusiasme tersebut, lanjut Faik, diwujudkan melalui kesiapan Bandara Ngurah Rai Bali dalam mengimplementasikan persyaratan perjalanan bagi wisman.

Dia berharap, masa uji coba pembukaan kembali tersebut dapat berjalan dengan lancar dan menunjukkan kesiapan seluruh pelaku pariwisata di Pulau Dewata. “Sehingga pembukaan pintu internasional ke Bali nantinya dapat lebih luas lagi dengan penambahan jumlah negara asal,” ujar Faik.

Dia menambahkan, pembukaan pintu Bali bagi wisman merupakan hal yang penting bagi para pelaku pariwisata dan masyarakat setempat—mengingat perekonomian Bali cukup bergantung pada sektor pariwisata.

Persiapan yang dilakukan untuk menyambut turis asing

Saat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai menyiapkan sejumlah hal yang mencakup perjalanan penumpang mulai dari turun pesawat hingga dijemput oleh kendaraan menuju hotel karantina.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut 11 persiapan yang dilakukan oleh Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk menyambut kembali wisman:

1. Pre-flight

  • Sebelum terbang ke Bali wisman harus menyiapkan bukti vaksin dosis lengkap.
  • Memiliki hasil tes PCR 3×24 jam.
  • Mengisi health alert card (HAC).
  • Memiliki dokumen pemesanan hotel karantina.
  • Mengisi e-PCR.
  • Memastikan dokumen keimigrasian.
  • Mengisi Electronic Customs Declaration (e-CD).

2. Thermo Scanner

  • Setelah mendarat, wisman menuju terminal kedatangan dan diperiksa suhu tubuhnya.
  • Wisman dengan suhu 38 derajat Celsius ke bawah dapat menuju ke proses selanjutnya.
  • Wisman dengan suhu 38 derajat Celsius ke atas akan diarahkan menuju ruang pemeriksaan lanjutan.
  • Jika hasil observasi menunjukkan sehat, wisman dapat menuju ke proses selanjutnya.
  • Jika hasil observasi menyatakan tidak sehat, wisman akan dirujuk ke rumah sakit.

3. Konter registrasi

  • Wisman akan dilayani oleh petugas Satgas Covid-19.
  • Wisman akan memasukkan data sesuai arahan petugas.
  • Petugas akan mengontrol data dan mencetak barcode.
  • Bandara I Gusti Ngurah Rai menyiapkan 10 konter dengan waktu proses registrasi sekitar 10 menit per wisman.

4. Pemeriksaan dokumen

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan memeriksa dua dokumen, yakni dokumen kesehatan dan dokumen hotel karantina.
  • KKP akan melakukan barcode tapping dengan waktu proses sekitar satu menit.

5. Tes PCR

  • Wisman akan melakukan tes PCR pada salah satu dari 20 bilik yang tersedia, dengan proses pengambilan sampel sekitar 1,5 menit.

6. Imigrasi

  • Pemeriksaan dokumen keimigrasian milik wisman akan dilakukan oleh petugas imigrasi pada salah satu dari 16 konter yang tersedia, dengan proses pemeriksaan sekitar satu menit.

7. Pengambilan bagasi

  • Proses pengambilan bagasi dapat dilakukan oleh wisman pada satu dari tujuh unit conveyor belt yang tersedia, dengan waktu proses satu menit.

8. Bea Cukai

  • Pemindaian e-CD akan dilakukan selama sekitar 0,16 menit.

9. Holding Area

  • Holding Area merupakan tempat yang telah disediakan oleh Bandara Ngurah Rai Bali sebagai tempat untuk wisman menunggu hasil tes PCR.
  • Wisman akan melalui proses pendataan oleh pihak hotel karantina dengan waktu proses 60 menit.

10. Satgas Covid-19 Provinsi Desk

  • Wisman akan melakukan barcode tapping
  • Satgas Covid-19 Provinsi akan melakukan kontrol akses

11. Pick Up Zone

  • Pada area ini, wisman akan dijemput untuk menuju ke hotel karantina

Faik mengatakan, waktu yang dibutuhkan satu wisman untuk melalui proses kedatangan internasional di Bali—termasuk menunggu hasil tes PCR—adalah 72 menit atau 1 jam 12 menit.

Pihak bandara akan melakukan penambahan area tunggu pada Gate 4 hingga Gate 6 dan perluasan koridor kedatangan.

Terkait kesiapan layanan tes PCR, bandara telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Bali Jimbaran dengan fasilitas mobile lab sebanyak dua unit dan 20 bilik tes PCR.

Kemudian 10 unit mesin PCR dengan kapasitas 320 tes per jam, dan total kapasitas per hari sebanyak 3.840 tes.

“Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk dapat menerapkan protokol kesehatan dan mendukung penegakkan syarat perjalanan udara. Khususnya bagi wisman yang datang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai,” kata Faik.

Sumber Berita : Kompas Travel

Leave a Reply

Butuh bantuan? Chat dengan kami