Kota Paling Layak Huni dan Nasib Penerbangan Perintis Papua

Jakarta – Deretan kota paling layak huni menjadi artikel terfavorit detikers kemarin. Disusul nasib penerbangan perintis Papua.

Merujuk daftar yang dirilis oleh Global Liveability Index dari The Economist Intelligence Unit Wina di Austria menjadi kota paling layak huni di dunia pada tahun 2019.

Kemudian disusul oleh Melbourne dan Sydney di Australia, Osaka di Jepang, dan Calgary di Kanada. Melengkapi sepuluh besar secara beruntun adalah Vancouver, Toronto dan Tokyo, Kopenhagen, dan Adelaide.

Laporan itu dibuat dengan menganalisis 140 kota di seluruh dunia dan membuat peringkat dalam skala dari satu hingga 100.

Ada lebih dari 30 faktor yang mempengaruhi peringkat yang semuanya dibagi lagi dalam lima kategori utama untuk menentukan kota terbaik untuk dihuni. Kategori ini yakni stabilitas, perawatan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, dan infrastruktur.

Berita terpopuler kedua ditempati penerbangan perintis di Papua. Penerbangan itu kini kurang diminati, penumpang sepi.

Situasi itu dipengaruhi mulai membaiknya jalur darat. Saat ini, Papua memiliki setidaknya 300 lapangan terbang.

Tiga berita lain di lima besar terpopuler detikTravel adalah tentang pegunungan Tianzi yang mirip Avatar, bunga sakura yang sedang bermekaran, dan miras di Papua.

Sumber: travel.detik.com

Leave a Reply

Butuh bantuan? Chat dengan kami